PTKIN Se-Indonesia Resmi Bersatu! UIN Mahmud Yunus Batusangkar Jadi Motor Kolaborasi Riset Nasional

PADANG – Sejarah baru dalam dunia pendidikan tinggi keagamaan Islam Indonesia resmi dimulai. Sebanyak 26 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M/LPPM) dari seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia resmi menandatangani Perjanjian Kerjasama Terpadu pada hari Selasa, 28 April 2026, bertempat di Hotel Truntum, Padang. Inisiasi kolaboratif ini bertujuan untuk peningkatan mutu bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat secara kolektif dan berkelanjutan. Dari sekian banyak institusi yang terlibat, LPPM UIN Mahmud Yunus Batusangkar tampil menonjol sebagai salah satu penggerak utama kolaborasi nasional ini.
Kesepakatan strategis yang melibatkan seluruh LPPM/LP2M dan Pusat Penelitian PTKIN ini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi langkah konkret dalam menyatukan kekuatan riset dan pengabdian masyarakat secara terintegrasi. Fokusnya jelas: meningkatkan kualitas penelitian, memperluas publikasi ilmiah bereputasi, serta menghadirkan program pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat Indonesia.
Peran LPPM UIN Mahmud Yunus Batusangkar terlihat kuat melalui komitmen aktif dalam mendorong sinergi lintas kampus. Ketua LPPM Diwakili oleh Bapak Deni Asrida, M.Pd., Ph.D selaku Kapuslit dan Rumah Jurnal., menegaskan kesiapan menjadi bagian penting dalam orkestrasi kolaborasi nasional. Tidak hanya sebagai peserta, LPPM UIN Mahmud Yunus Batusangkar mengambil posisi strategis sebagai penghubung dan penggerak jejaring riset antar PTKIN.
LPPM UIN Mahmud Yunus Batusangkar kini memiliki akses luas untuk membangun kolaborasi multidisiplin—mulai dari penelitian keagamaan, sosial, hingga sains dan gender. Peluang ini juga membuka jalan bagi peningkatan publikasi internasional, penyelenggaraan seminar global, serta pengabdian masyarakat berbasis kearifan lokal Minangkabau yang menjadi kekuatan khas kampus ini.
Kerjasama terpadu ini mencakup berbagai bidang strategis, di antaranya riset bersama lintas disiplin, publikasi ilmiah nasional dan internasional, pengabdian masyarakat terintegrasi, pelatihan dan sertifikasi halal, program lingkungan hidup berkelanjutan, serta penguatan sumber daya manusia dan kesehatan. Dalam konteks ini, LPPM UIN Mahmud Yunus Batusangkar berada pada posisi ideal untuk memaksimalkan potensi tersebut dan menjadi pusat kolaborasi yang produktif.Perjanjian ini berlaku selama lima tahun (2026–2031) dan dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai kebutuhan bersama. Setiap program akan dijabarkan dalam perjanjian teknis agar implementasi tetap fleksibel dan terukur.
Momentum ini menjadi bukti bahwa LPPM UIN Mahmud Yunus Batusangkar tidak hanya ikut serta, tetapi tampil di garis depan dalam mendorong kemajuan riset PTKIN di Indonesia. Kolaborasi besar ini diharapkan melahirkan inovasi unggulan yang tidak hanya menguatkan dunia akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.

Recent Comments