Bawa Misi Pengabdian untuk Negeri, Tiga Mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar Siap Berlaga di KKN Nusantara 2026

BATUSANGKAR — Semangat pengabdian dan kolaborasi kebangsaan kembali digaungkan oleh UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), kampus ini resmi mengirimkan tiga mahasiswa terbaiknya untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara Tahun 2026 di Provinsi Banten, sebuah program strategis tingkat nasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.

Keikutsertaan mahasiswa dalam KKN Nusantara bukan sekadar agenda akademik, tetapi juga menjadi representasi nyata kontribusi perguruan tinggi dalam membangun masyarakat, memperkuat persatuan, serta menanamkan nilai pengabdian lintas budaya dan daerah.

Tiga mahasiswa yang dipercaya membawa nama besar UIN Mahmud Yunus Batusangkar tersebut adalah Nabila Mu’afi Zura dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Qodri Arrohman dari Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), dan Neysa Syara Azzahra dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Ketiganya akan bergabung bersama delegasi mahasiswa PTKIN dari berbagai penjuru Indonesia dalam misi pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi nasional.

Pelaksanaan KKN Nusantara 2026 dipusatkan di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten sebagai tuan rumah kegiatan. Para peserta nantinya akan menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang disesuaikan dengan karakteristik sosial, budaya, dan kebutuhan wilayah pengabdian masing-masing.

Sebagai bentuk keseriusan dalam mempersiapkan delegasi, LPPM UIN Mahmud Yunus Batusangkar memberikan pembekalan komprehensif kepada para peserta sebelum keberangkatan. Pembekalan tersebut tidak hanya menyentuh aspek teknis pelaksanaan program, tetapi juga penguatan karakter, etika sosial, kemampuan adaptasi budaya, hingga pemanfaatan teknologi dalam mendukung keberhasilan pengabdian di lapangan.

Ketua LPPM, Prof. Dr. H Asmendri, S.Ag., M.Pd, menegaskan bahwa mahasiswa yang terlibat dalam KKN Nusantara memikul tanggung jawab besar sebagai duta kampus sekaligus representasi nilai-nilai akademik dan keislaman yang dijunjung tinggi oleh UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

Menurutnya, keberhasilan mahasiswa dalam program ini tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan kerja, melainkan juga dari kemampuan membangun komunikasi, menghormati kearifan lokal, beradaptasi dengan lingkungan baru, dan menghadirkan solusi nyata atas kebutuhan masyarakat.

“Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat, menjaga nama baik kampus, serta menunjukkan identitas akademik yang unggul dan humanis di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris LPPM, Dr. Lita Sari Muchlis, M.Kom, memberikan penguatan mengenai pentingnya dokumentasi kegiatan dan pemanfaatan teknologi informasi secara produktif. Mahasiswa diharapkan mampu mengemas aktivitas pengabdian secara kreatif dan edukatif sehingga dampak program dapat terdokumentasi dan diketahui publik secara luas.

Penguatan teknis juga diberikan Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Syaiful Marwan, M.Pd yang mendorong mahasiswa mengintegrasikan kompetensi akademik sesuai disiplin ilmu masing-masing ke dalam program pemberdayaan masyarakat berbasis kebutuhan lokal.

Di tingkat nasional, rangkaian persiapan KKN Nusantara 2026 sebelumnya telah diawali melalui kegiatan koordinasi dan social mapping yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam pada 11–13 Mei 2026. Forum tersebut menjadi momentum strategis untuk memetakan wilayah pengabdian sekaligus menyatukan langkah PTKIN dalam menghadirkan program yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Partisipasi dalam KKN Nusantara 2026 menjadi momentum penting bagi UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam memperluas jejaring nasional, memperkuat budaya kolaborasi antarkampus, sekaligus menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh dalam pengabdian sosial.

Dari Ranah Minang menuju Banten, tiga mahasiswa ini membawa satu semangat yang sama: mengabdi, belajar, dan menghadirkan manfaat untuk Indonesia. (weri mutia)

Perkuat Budaya Riset, LP2M UIN Mahmud Yunus Batusangkar Selenggarakan Seminar Proposal Penelitian SBK 2026

STAI Hubbulwathan Duri dan UIN MY Batusangkar Jalin Sinergi Strategis: Perkuat PKM Berbasis SDGs

PTKIN Se-Indonesia Resmi Bersatu! UIN Mahmud Yunus Batusangkar Jadi Motor Kolaborasi Riset Nasional

Bangga! Kapus PKM UIN MY Batusangkar Jadi Narasumber Sosialisasi SINTA dan Google Scholar di UIN Syahada Padangsidimpuan

Padangsidimpuan – Dalam upaya meningkatkan kualitas dan visibilitas akademik, Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary (UIN Syahada) Padangsidimpuan menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Update/Pembaharuan Profil dan Afiliasi SINTA Kemdikbud Ristek serta Pendaftaran Akun Publikasi Google Scholar”. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Rabu hingga Kamis, 22–23 April 2026, bertempat di Gedung Perkuliahan Terpadu UIN Syahada Padangsidimpuan.

Acara ini menghadirkan narasumber kompeten dari kalangan akademisi, yaitu Bapak Syaiful Marwan, M.Pd, yang merupakan Kepala Pusat PKM dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Kehadiran beliau memberikan wawasan mendalam terkait pentingnya pengelolaan profil akademik dosen secara profesional melalui platform SINTA dan Google Scholar.

Dalam pemaparannya, Syaful Marwan menegaskan urgensi bagi setiap dosen untuk memiliki akun SINTA. Menurutnya, SINTA bukan sekadar platform pendataan, melainkan menjadi indikator utama dalam menilai kinerja akademik dosen dan institusi. “SINTA berfungsi sebagai wajah akademik dosen dan perguruan tinggi. Melalui SINTA, publik dapat melihat produktivitas penelitian, sitasi, serta kontribusi ilmiah yang telah dilakukan,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan fungsi dan manfaat utama SINTA bagi perguruan tinggi, di antaranya sebagai alat pemetaan kinerja riset, peningkatan akreditasi institusi, serta penguatan daya saing di tingkat nasional maupun internasional. Dalam sesi tersebut, peserta juga diperkenalkan secara langsung pada tampilan menu dalam akun SINTA dosen, mulai dari pengisian profil, sinkronisasi publikasi, hingga proses verifikasi data.

Tidak hanya itu, Syaful Marwan juga menguraikan langkah-langkah teknis yang harus dilakukan dalam pengelolaan akun SINTA agar dapat optimal, termasuk pentingnya konsistensi dalam memperbarui data publikasi dan afiliasi institusi.

Selain fokus pada SINTA, kegiatan ini juga menekankan pentingnya kepemilikan akun Google Scholar bagi dosen. Dijelaskan bahwa Google Scholar berperan sebagai basis utama dalam mengelola dan memantau publikasi ilmiah secara global. “Google Scholar menjadi fondasi awal yang harus dimiliki dosen, karena integrasinya dengan SINTA sangat erat. Tanpa Scholar, pengelolaan SINTA tidak akan maksimal,” tambahnya.

Peserta juga dibimbing mengenai cara pembuatan akun Google Scholar, penginputan karya ilmiah, hingga strategi meningkatkan sitasi publikasi.

Kegiatan sosialisasi ini mendapat antusiasme tinggi dari para dosen di lingkungan UIN Syahada Padangsidimpuan. Diharapkan, melalui kegiatan ini, para dosen semakin sadar akan pentingnya pengelolaan profil akademik secara digital, sehingga mampu meningkatkan skor SINTA serta memperkuat reputasi institusi di kancah akademik.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UIN Syahada Padangsidimpuan menunjukkan komitmennya dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang penelitian dan publikasi ilmiah.

Dua Guru Besar UIN Mahmud Yunus Batusangkar Jadi Penguji Eksternal Ujian Disertasi Doktor di UM Sumatera Barat

Padang, 15 April 2026 —    
Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumatera Barat) kembali menyelenggarakan ujian disertasi program doktor (S3) bagi mahasiswa pascasarjana pada Rabu, 15 April 2026. Ujian yang berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 12.00 WIB ini dilaksanakan di ruang ujian tertutup Program Pascasarjana UM Sumatera Barat.

Dalam pelaksanaan ujian tersebut, dua akademisi terkemuka dari UIN Mahmud Yunus Batusangkar hadir sebagai penguji eksternal, yakni Prof. Dr. H. Asmendri, S.Ag., M.Pd. yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), serta Prof. Dr. Rahmat Hidayat, M.Ag., M.Pd. yang merupakan Ketua Program Studi Doktor (S3) Studi Islam Pascasarjana.

Adapun mahasiswa yang mengikuti ujian disertasi tersebut adalah Aslinda, mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, yang juga merupakan alumni Prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana (S2) UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

Dalam ujian tersebut, Aslinda mempertahankan disertasinya yang berjudul:
“Pengaruh Penerapan Nilai-Nilai Islam dalam Manajemen Sumber Daya Manusia dan Gaya Kepemimpinan Islam terhadap Motivasi dan Kinerja Guru di Madrasah Tsanawiyah Negeri Kabupaten Tanah Datar.”

Selain itu, Prof. Dr. Rahmat Hidayat, M.Ag., M.Pd. juga bertindak sebagai penguji terhadap mahasiswa lainnya, yaitu Zulkifli. Dalam ujian tersebut, Zulkifli mempertahankan disertasinya yang berjudul:
“Pengaruh Manajemen Sumber Daya Manusia dan Gaya Kepemimpinan Islam terhadap Motivasi dan Kinerja ASN melalui Motivasi Kerja di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok.”

Pelaksanaan ujian berlangsung secara khidmat dan akademis, dengan pengujian yang mendalam terhadap disertasi yang telah disusun oleh para mahasiswa. Para penguji memberikan berbagai masukan, kritik konstruktif, serta apresiasi atas hasil penelitian yang dinilai relevan dalam penguatan manajemen berbasis nilai-nilai Islam.

Kehadiran Prof. Asmendri dan Prof. Rahmat Hidayat sebagai penguji eksternal menunjukkan komitmen dalam menjaga kualitas akademik serta memperkuat kolaborasi antar perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan keilmuan di tingkat doktoral.

Ujian disertasi ini diharapkan dapat melahirkan lulusan doktor yang berkualitas, kompeten, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan mutu pendidikan dan tata kelola kelembagaan, baik di lingkungan madrasah maupun instansi pemerintahan.