STAI Hubbulwathan Duri dan UIN MY Batusangkar Jalin Sinergi Strategis: Perkuat PKM Berbasis SDGs

SOSIALISASI BANTUAN PKM dan PUBLIKASI ILMIAH 2026

LPPM UIN Mahmud Yunus Batusangkar Gelar Rapat Kerja Anggaran dan Pembahasan RKKL Tahun 2026

Batusangkar, 1 April 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Mahmud Yunus Batusangkar melaksanakan rapat kerja anggaran sekaligus pembahasan Rencana Kerja dan Kegiatan Lembaga (RKKL) tahun 2026 pada Rabu (1/4/2026). Suasana rapat kerja anggaran dan pembahasan RKKL LPPM UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang diikuti oleh pimpinan dan staf LPPM. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua LPPM, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (Kapus PKM), Kepala Pusat Penelitian (Kapuslit), Kepala Pusat International Office (Kapus IO), Kepala Pusat penilaian kompetensi (Kapus Penkom), serta seluruh staf LPPM.

Dalam arahannya, Ketua LPPM Prof Dr. H. Asmendri, M.Pd menegaskan bahwa penyusunan anggaran harus dilakukan secara terencana, efektif, dan akuntabel, serta berorientasi pada capaian kinerja lembaga. Hal ini penting dalam mendukung peningkatan kualitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta publikasi ilmiah di lingkungan UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Rapat kerja ini secara khusus membahas penyusunan dan penajaman RKKL tahun 2026, dengan fokus pada sinkronisasi program kerja antar pusat, penentuan prioritas kegiatan, serta penyesuaian alokasi anggaran sesuai dengan kebutuhan dan target kinerja lembaga.

Adapun agenda strategis yang dibahas meliputi perencanaan anggaran kegiatan penelitian, program pengabdian kepada masyarakat, penguatan kerja sama internasional, serta peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah. Selain itu, rapat juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tahun sebelumnya sebagai dasar penyempurnaan perencanaan ke depan. Kapus PKM dan Kapuslit memaparkan rencana program unggulan yang akan didukung melalui skema RKKL, khususnya program berbasis kebutuhan masyarakat dan riset yang berorientasi pada luaran publikasi. Sementara itu, Kapus IO menyoroti pentingnya penguatan internasionalisasi melalui kerja sama global, dan Kapus Penkom menyampaikan strategi peningkatan diseminasi hasil penelitian dan pengabdian.

UIN Mahmud Yunus Batusangkar Perkuat Kolaborasi Penanganan Stunting di Tanah Datar

Batusangkar — Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Tanah Datar terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. H. Asmendri, M.Pd, menghadiri diskusi panel dalam Rapat Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) Kabupaten Tanah Datar yang digelar pada Kamis (5/3/2026) di Batusangkar.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, S.Psi, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) Kabupaten Tanah Datar. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam penanganan stunting yang membutuhkan pendekatan ilmiah dan berbasis riset.

Wakil Bupati berharap UIN Mahmud Yunus Batusangkar sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri Islam di Kabupaten Tanah Datar dapat mengambil peran strategis dalam mendukung berbagai program percepatan penurunan stunting, baik melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun edukasi kesehatan kepada masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Prof. Asmendri menyampaikan bahwa penanganan stunting membutuhkan sinergi yang kuat antar lembaga dan institusi. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci penting dalam menekan angka stunting secara berkelanjutan.

Dalam rapat tersebut juga dipaparkan data bahwa dari 19 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Tanah Datar saat ini berada pada urutan ke-16 daerah dengan peningkatan angka stunting yang mencapai 27 persen.

Pertemuan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Datar, kepala dinas terkait, direktur rumah sakit, serta para camat se-Kabupaten Tanah Datar sebagai bentuk komitmen bersama dalam mempercepat penurunan stunting di daerah.