dokumentasi: Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D. menyerahkan piagam penghargaan kepada lima dosen dengan capaian sitasi SINTA tertinggi dalam tiga tahun terakhir pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Gedung GKT UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Senin (17/8/2026
Batusangkar, 17 Agustus 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Mahmud Yunus Batusangkar menggagas program baru berupa pemberian penghargaan kepada dosen dengan capaian sitasi SINTA tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Program ini menjadi bentuk apresiasi LPPM terhadap dosen yang konsisten menghasilkan karya ilmiah dan memberikan kontribusi terhadap peningkatan reputasi akademik serta visibilitas penelitian UIN Mahmud Yunus Batusangkar.
Gagasan pemberian penghargaan tersebut merupakan salah satu inovasi LPPM dalam mendorong tumbuhnya budaya akademik dan budaya publikasi di lingkungan UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Melalui penghargaan ini, LPPM memberikan apresiasi sekaligus motivasi kepada para dosen agar terus meningkatkan produktivitas, kualitas, dan dampak karya ilmiah yang dihasilkan.
Penghargaan diberikan kepada lima dosen dengan jumlah sitasi SINTA tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Peringkat pertama diraih oleh Prof. Dr. H. Zulkifli, M.A., disusul Zainal Fadri, M.A. pada peringkat kedua, Prof. Dr. H. Asmendri, S.Ag., M.Pd. pada peringkat ketiga, Dr. Sirajul Munir, M.Pd. pada peringkat keempat, dan Mega Adyna Movitaria, M.Pd. pada peringkat kelima.
Penyerahan penghargaan dilaksanakan pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin, 17 Agustus 2026, di halaman depan Gedung GKT UIN Mahmud Yunus Batusangkar.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D., secara langsung menyerahkan piagam penghargaan kepada kelima dosen penerima apresiasi.
Pemberian penghargaan yang digagas LPPM ini menjadi momentum penting dalam memberikan pengakuan terhadap kontribusi dosen dalam bidang penelitian dan publikasi ilmiah. Capaian sitasi dipandang sebagai salah satu indikator bahwa karya ilmiah yang dihasilkan dosen telah dimanfaatkan, dirujuk, dan memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan.
Melalui program ini, LPPM tidak hanya memberikan penghargaan kepada dosen yang telah menunjukkan capaian terbaik, tetapi juga berupaya membangun budaya apresiasi dan kompetisi akademik yang sehat di lingkungan UIN Mahmud Yunus Batusangkar.
Ketua LPPM UIN Mahmud Yunus Batusangkar Prof. Dr. H. Asmendri, S.Ag, M.Pd menyampaikan bahwa program penghargaan tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh dosen untuk semakin aktif melakukan penelitian, menghasilkan publikasi ilmiah berkualitas, serta meningkatkan dampak dan pengaruh karya akademik yang dihasilkan.
Penghargaan ini juga diharapkan dapat menjadi bagian dari strategi LPPM dalam memperkuat ekosistem penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Dengan semakin meningkatnya produktivitas dan kualitas publikasi dosen, diharapkan kontribusi UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam pengembangan ilmu pengetahuan semakin terlihat di tingkat nasional maupun internasional.
Program yang digagas LPPM ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan penghargaan semata, tetapi dapat berkembang menjadi tradisi apresiasi akademik tahunan yang mendorong dosen untuk terus berkarya, meningkatkan kualitas publikasi, memperluas jejaring akademik, dan menghasilkan penelitian yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Lima Dosen Penerima Penghargaan Sitasi SINTA Tertinggi
Prof. Dr. H. Zulkifli, M.A. — Peringkat I
Zainal Fadri, M.A. — Peringkat II
Prof. Dr. H. Asmendri, S.Ag., M.Pd. — Peringkat III
Dr. Sirajul Munir, M.Pd. — Peringkat IV
Mega Adyna Movitaria, M.Pd. — Peringkat V
dokumentasi: Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar Prof. Delmus Puneri Salim, S.Ag., M.A., M.Res., Ph.D. menyerahkan piagam penghargaan kepada lima dosen dengan capaian sitasi SINTA tertinggi dalam tiga tahun terakhir pada Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Gedung GKT UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Senin (17/8/2026
Foto: Ketua LPPM UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. H. Asmendri, S.Ag., M.Pd., bersama jajaran LPPM melakukan silaturahmi dan koordinasi program kerja dengan Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dr. Hj. Suswati Hendriani, M.Pd., di Ruang Pimpinan UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Selasa (28/7/2026)
Batusangkar – Dalam rangka memperkuat koordinasi kelembagaan serta menyelaraskan program strategis di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Mahmud Yunus Batusangkar menggelar silaturahmi sekaligus koordinasi program kerja dengan Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dr. Hj. Suswati Hendriani, M.Pd., pada Selasa, 28 Juli 2026, bertempat di Ruang Pimpinan UIN Mahmud Yunus Batusangkar.
Pertemuan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua LPPM, Prof. Dr. H. Asmendri, S.Ag., M.Pd., dan menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan kelembagaan antara LPPM dan pimpinan universitas. Selain memperkuat silaturahmi, pertemuan juga difokuskan pada pembahasan berbagai agenda strategis yang menjadi prioritas LPPM dalam mendukung peningkatan mutu pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dalam suasana yang hangat dan penuh semangat kolaboratif, kedua belah pihak berdiskusi mengenai arah kebijakan pengembangan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, peningkatan kualitas publikasi ilmiah dosen, penguatan tata kelola LPPM, pengembangan kerja sama akademik, hingga berbagai program yang mendukung pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas.
Ketua LPPM UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. H. Asmendri, S.Ag., M.Pd., menyampaikan bahwa silaturahmi ini merupakan bagian dari komitmen LPPM untuk membangun komunikasi yang efektif dengan pimpinan universitas dalam mewujudkan tata kelola lembaga yang semakin berkualitas.
“LPPM tidak dapat berjalan sendiri. Dukungan, arahan, dan sinergi dengan pimpinan universitas m
enjadi modal utama dalam mengembangkan budaya penelitian, publikasi ilmiah, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat. Oleh karena itu, koordinasi seperti ini sangat penting agar seluruh program kerja dapat
berjalan secara terarah, efektif, dan memberikan manfaat yang luas bagi sivitas akademika maupun masyarakat,” ungkap Prof. Asmendri.
Sementara itu, Wakil Rektor I UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. Hj. Suswati Hendriani, M.Pd., memberikan apresiasi terhadap langkah proaktif LPPM dalam membangun komunikasi dan menyelaraskan program kerja dengan kebijakan universitas.
Menurut beliau, koordinasi yang berkelanjutan merupakan kunci dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan serta kebutuhan masyarakat.
“Kami berha
rap LPPM terus menjadi motor penggerak dalam meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Program-program yang dirancang hendaknya mampu menghasilkan luaran yang berkualitas, m
emperkuat reputasi akademik universitas, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan kemajuan bangsa,” ujar Prof. Suswati Hendriani.
Melalui pertemuan ini, LPPM bersama Wakil Rektor I juga menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui berbagai program inovatif yang selaras dengan visi UIN Mahmud Yunus Batusangkar sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, moderat, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Silaturahmi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam membangun komunikasi yang harmonis antara LPPM dan pimpinan universitas, sehingga setiap kebijakan dan program kerja dapat diimplementasikan secara optimal demi meningkatkan kualitas penelitian, publikasi ilmiah, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.
Jakarta – UIN Mahmud Yunus Batusangkar kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan tata kelola penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat dengan berpartisipasi pada Rapat Koordinasi Penguatan Program Bantuan Litapdimas dan Hilirisasi Kemitraan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung pada 8–10 Juli 2026 di Grand Orchardz Hotel Rajawali Kemayoran, Jakarta, diikuti oleh unsur pimpinan LP2M dan Admin Litapdimas dari seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia. Agenda ini bertujuan memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas pelaksanaan program penelitian berbasis standar biaya keluaran, memperkuat hilirisasi hasil penelitian, serta membangun kemitraan strategis dalam pengembangan program Litapdimas.
Dalam kegiatan tersebut, UIN Mahmud Yunus Batusangkar diwakili oleh Admin Litapdimas, Azza Suzuasmisyah, S.Pd.I., M.Hum., yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mulai dari penyampaian arah kebijakan Litapdimas, evaluasi program penelitian berbasis standar biaya keluaran, penguatan tata kelola bantuan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hingga penyusunan rencana tindak lanjut implementasi program Litapdimas di lingkungan PTKIN. Melalui forum nasional ini, para peserta memperoleh pembaruan kebijakan terkait pengelolaan Litapdimas, mekanisme hilirisasi hasil penelitian, tata kelola kemitraan, serta penguatan sistem administrasi penelitian yang terintegrasi. Selain menjadi wadah koordinasi, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi praktik baik (best practices) antar PTKIN dalam meningkatkan mutu penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.
Keikutsertaan UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat kualitas layanan Litapdimas di lingkungan kampus, sekaligus mendukung peningkatan kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata bagi pembangunan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui partisipasi aktif dalam forum koordinasi nasional ini, UIN Mahmud Yunus Batusangkar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan Kementerian Agama dalam mewujudkan tata kelola penelitian yang profesional, akuntabel, inovatif, dan berorientasi pada hilirisasi hasil riset demi kemajuan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Indonesia.
BATUSANGKAR — Semangat pengabdian dan kolaborasi kebangsaan kembali digaungkan oleh UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), kampus ini resmi mengirimkan tiga mahasiswa terbaiknya untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara Tahun 2026 di Provinsi Banten, sebuah program strategis tingkat nasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.
Keikutsertaan mahasiswa dalam KKN Nusantara bukan sekadar agenda akademik, tetapi juga menjadi representasi nyata kontribusi perguruan tinggi dalam membangun masyarakat, memperkuat persatuan, serta menanamkan nilai pengabdian lintas budaya dan daerah.
Tiga mahasiswa yang dipercaya membawa nama besar UIN Mahmud Yunus Batusangkar tersebut adalah Nabila Mu’afi Zura dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Qodri Arrohman dari Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), dan Neysa Syara Azzahra dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Ketiganya akan bergabung bersama delegasi mahasiswa PTKIN dari berbagai penjuru Indonesia dalam misi pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi nasional.
Pelaksanaan KKN Nusantara 2026 dipusatkan di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten sebagai tuan rumah kegiatan. Para peserta nantinya akan menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang disesuaikan dengan karakteristik sosial, budaya, dan kebutuhan wilayah pengabdian masing-masing.
Sebagai bentuk keseriusan dalam mempersiapkan delegasi, LPPM UIN Mahmud Yunus Batusangkar memberikan pembekalan komprehensif kepada para peserta sebelum keberangkatan. Pembekalan tersebut tidak hanya menyentuh aspek teknis pelaksanaan program, tetapi juga penguatan karakter, etika sosial, kemampuan adaptasi budaya, hingga pemanfaatan teknologi dalam mendukung keberhasilan pengabdian di lapangan.
Ketua LPPM, Prof. Dr. H Asmendri, S.Ag., M.Pd, menegaskan bahwa mahasiswa yang terlibat dalam KKN Nusantara memikul tanggung jawab besar sebagai duta kampus sekaligus representasi nilai-nilai akademik dan keislaman yang dijunjung tinggi oleh UIN Mahmud Yunus Batusangkar.
Menurutnya, keberhasilan mahasiswa dalam program ini tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan kerja, melainkan juga dari kemampuan membangun komunikasi, menghormati kearifan lokal, beradaptasi dengan lingkungan baru, dan menghadirkan solusi nyata atas kebutuhan masyarakat.
“Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat, menjaga nama baik kampus, serta menunjukkan identitas akademik yang unggul dan humanis di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris LPPM, Dr. Lita Sari Muchlis, M.Kom, memberikan penguatan mengenai pentingnya dokumentasi kegiatan dan pemanfaatan teknologi informasi secara produktif. Mahasiswa diharapkan mampu mengemas aktivitas pengabdian secara kreatif dan edukatif sehingga dampak program dapat terdokumentasi dan diketahui publik secara luas.
Penguatan teknis juga diberikan Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Syaiful Marwan, M.Pd yang mendorong mahasiswa mengintegrasikan kompetensi akademik sesuai disiplin ilmu masing-masing ke dalam program pemberdayaan masyarakat berbasis kebutuhan lokal.
Di tingkat nasional, rangkaian persiapan KKN Nusantara 2026 sebelumnya telah diawali melalui kegiatan koordinasi dan social mapping yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam pada 11–13 Mei 2026. Forum tersebut menjadi momentum strategis untuk memetakan wilayah pengabdian sekaligus menyatukan langkah PTKIN dalam menghadirkan program yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Partisipasi dalam KKN Nusantara 2026 menjadi momentum penting bagi UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam memperluas jejaring nasional, memperkuat budaya kolaborasi antarkampus, sekaligus menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh dalam pengabdian sosial.
Dari Ranah Minang menuju Banten, tiga mahasiswa ini membawa satu semangat yang sama: mengabdi, belajar, dan menghadirkan manfaat untuk Indonesia. (weri mutia)
BATUSANGKAR – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Mahmud Yunus Batusangkar kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas riset akademik melalui pelaksanaan Seminar Proposal Penelitian Berbasis Standar Biaya Keluaran (SBK) Tahun Anggaran 2026. Kegiatan strategis ini digelar secara melalui Zoom Meeting selama dua hari, Selasa–Rabu, 5–6 Mei 2026.
Seminar proposal tersebut menjadi tahapan penting dalam proses seleksi penelitian dosen, sekaligus wadah untuk memastikan bahwa seluruh rancangan riset yang diajukan telah memenuhi standar mutu akademik dan ketentuan pembiayaan berbasis SBK yang ditetapkan untuk tahun anggaran 2026.
Ketua LP2M UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. H. Asmendri, S.Ag., M.Pd., dalam laporannya menyampaikan bahwa seminar proposal ini menjadi bagian penting dalam penguatan budaya akademik dan peningkatan kualitas penelitian dosen di lingkungan kampus.
“Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap proposal penelitian memiliki kualitas yang baik, terukur, dan mampu memberikan dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan, Prof. Dr. Suswati Hendriani, M.Pd.,M.Pd yang hadir mewakili Rektor UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa universitas terus mendorong lahirnya penelitian-penelitian berkualitas yang mampu memperkuat reputasi akademik kampus serta memberikan kontribusi luas bagi masyarakat.
Seminar proposal tahun ini diikuti oleh 36 nominee calon peneliti yang telah dinyatakan lolos tahap seleksi administrasi. Untuk menjaga objektivitas dan mutu penilaian, LP2M menghadirkan 18 reviewer yang terdiri dari 15 reviewer eksternal serta 3 reviewer internal.
Adapun proposal yang dipresentasikan terbagi ke dalam empat klaster penelitian, meliputi pengembangan kapasitas, program studi, penelitian interdisipliner, serta pengembangan perguruan tinggi.
Pelaksanaan seminar dilakukan secara paralel melalui platform Zoom Meeting yang dibagi ke dalam tiga ruang virtual utama, yakni Zoom A, Zoom B, dan Zoom C. Setiap tim peneliti diwajibkan mempresentasikan proposal menggunakan media PowerPoint dengan durasi maksimal 10 menit serta mengikuti seluruh ketentuan seminar yang telah ditetapkan panitia.
Melalui kegiatan ini, LP2M UIN Mahmud Yunus Batusangkar berharap mampu melahirkan penelitian-penelitian unggulan berbasis Standar Biaya Keluaran (SBK) yang tidak hanya berkualitas secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan masyarakat serta mendukung visi pengembangan universitas menuju kampus riset yang unggul dan berdaya saing. (weri mutia)
BUKITTINGGI – Langkah baru dalam penguatan kualitas pendidikan tinggi kembali tercipta di Sumatera Barat. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Mahmud Yunus Batusangkar menerima kunjungan silaturahmi sekaligus penjajakan kerja sama strategis dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Hubbulwathan Duri, Riau. Pertemuan ini berlangsung di Hotel Santika Bukittinggi pada Rabu, 29 April 2026.
Membangun Kolaborasi Lintas Provinsi
Rombongan STAI Hubbulwathan Duri dipimpin oleh Ketua STAI, Dr. Elbina Mamla Saidah, S.Psi., M.Pd.I, bersama Wakil Ketua, Dini Desaarni, S.S., M.Pd.I, serta Ketua LPPM, Dr. Mukhlis, S.HI., M.Sh. Kehadiran tim dari Negeri Lancang Kuning ini disambut dengan hangat oleh Ketua LPPM UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. H. Asmendri, M.Pd, bersama Sekretaris LPPM, Dr. Lita Sari Muchlis, M.Kom.
Pertemuan ini difokuskan untuk membahas Term of Reference (TOR) mengenai program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kolaboratif, yang bertujuan untuk mengintegrasikan program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya ini diharapkan dapat menciptakan dampak sosial yang terukur bagi masyarakat.
Fokus Utama Kerja Sama
Dalam diskusi yang penuh semangat tersebut, kedua belah pihak menyepakati beberapa poin penting untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan, di antaranya: (1) Pemberdayaan Ekonomi: Pendampingan UMKM, peningkatan literasi digital, dan pengelolaan keuangan Syariah, (2) Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM): Penguatan literasi pendidikan dan nilai-nilai sosial berbasis kearifan local, dan (3) Inovasi Akademik: Pengembangan model pengabdian yang dapat direplikasi dan publikasi ilmiah bersama pada jurnal nasional dan internasional.
“Sinergi ini menjadi instrumen implementatif yang memungkinkan perguruan tinggi berperan sebagai pusat inovasi yang mampu menjembatani kebutuhan riil masyarakat,” ujar naskah latar belakang kerja sama tersebut.
Harapan Masa Depan
Melalui kolaborasi ini, diharapkan mahasiswa dari kedua institusi dapat menjadi agen perubahan yang lebih efektif di lapangan. Selain itu, kerja sama ini bertujuan untuk menghasilkan luaran nyata berupa Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta modul pelatihan yang bermanfaat bagi kemandirian masyarakat luas.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen kuat dari kedua belah pihak untuk segera merealisasikan poin-poin kerja sama yang telah disepakati demi kemajuan pendidikan dan pengabdian masyarakat, khususnya di wilayah Riau dan Sumatera Barat.
Recent Comments