UIN Mahmud Yunus Batusangkar Ikuti Rapat Koordinasi Penguatan Program Bantuan Litapdimas dan Hilirisasi Kemitraan Tingkat Nasional

Jakarta – UIN Mahmud Yunus Batusangkar kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan tata kelola penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat dengan berpartisipasi pada Rapat Koordinasi Penguatan Program Bantuan Litapdimas dan Hilirisasi Kemitraan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung pada 8–10 Juli 2026 di Grand Orchardz Hotel Rajawali Kemayoran, Jakarta, diikuti oleh unsur pimpinan LP2M dan Admin Litapdimas dari seluruh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia. Agenda ini bertujuan memperkuat koordinasi, meningkatkan kualitas pelaksanaan program penelitian berbasis standar biaya keluaran, memperkuat hilirisasi hasil penelitian, serta membangun kemitraan strategis dalam pengembangan program Litapdimas.

Dalam kegiatan tersebut, UIN Mahmud Yunus Batusangkar diwakili oleh Admin Litapdimas, Azza Suzuasmisyah, S.Pd.I., M.Hum., yang mengikuti seluruh rangkaian kegiatan mulai dari penyampaian arah kebijakan Litapdimas, evaluasi program penelitian berbasis standar biaya keluaran, penguatan tata kelola bantuan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hingga penyusunan rencana tindak lanjut implementasi program Litapdimas di lingkungan PTKIN.
Melalui forum nasional ini, para peserta memperoleh pembaruan kebijakan terkait pengelolaan Litapdimas, mekanisme hilirisasi hasil penelitian, tata kelola kemitraan, serta penguatan sistem administrasi penelitian yang terintegrasi. Selain menjadi wadah koordinasi, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi praktik baik (best practices) antar PTKIN dalam meningkatkan mutu penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.

Keikutsertaan UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat kualitas layanan Litapdimas di lingkungan kampus, sekaligus mendukung peningkatan kinerja penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata bagi pembangunan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui partisipasi aktif dalam forum koordinasi nasional ini, UIN Mahmud Yunus Batusangkar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung kebijakan Kementerian Agama dalam mewujudkan tata kelola penelitian yang profesional, akuntabel, inovatif, dan berorientasi pada hilirisasi hasil riset demi kemajuan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam di Indonesia.

Bawa Misi Pengabdian untuk Negeri, Tiga Mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar Siap Berlaga di KKN Nusantara 2026

BATUSANGKAR — Semangat pengabdian dan kolaborasi kebangsaan kembali digaungkan oleh UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), kampus ini resmi mengirimkan tiga mahasiswa terbaiknya untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara Tahun 2026 di Provinsi Banten, sebuah program strategis tingkat nasional yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia.

Keikutsertaan mahasiswa dalam KKN Nusantara bukan sekadar agenda akademik, tetapi juga menjadi representasi nyata kontribusi perguruan tinggi dalam membangun masyarakat, memperkuat persatuan, serta menanamkan nilai pengabdian lintas budaya dan daerah.

Tiga mahasiswa yang dipercaya membawa nama besar UIN Mahmud Yunus Batusangkar tersebut adalah Nabila Mu’afi Zura dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Qodri Arrohman dari Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), dan Neysa Syara Azzahra dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Ketiganya akan bergabung bersama delegasi mahasiswa PTKIN dari berbagai penjuru Indonesia dalam misi pengabdian masyarakat berbasis kolaborasi nasional.

Pelaksanaan KKN Nusantara 2026 dipusatkan di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten sebagai tuan rumah kegiatan. Para peserta nantinya akan menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang disesuaikan dengan karakteristik sosial, budaya, dan kebutuhan wilayah pengabdian masing-masing.

Sebagai bentuk keseriusan dalam mempersiapkan delegasi, LPPM UIN Mahmud Yunus Batusangkar memberikan pembekalan komprehensif kepada para peserta sebelum keberangkatan. Pembekalan tersebut tidak hanya menyentuh aspek teknis pelaksanaan program, tetapi juga penguatan karakter, etika sosial, kemampuan adaptasi budaya, hingga pemanfaatan teknologi dalam mendukung keberhasilan pengabdian di lapangan.

Ketua LPPM, Prof. Dr. H Asmendri, S.Ag., M.Pd, menegaskan bahwa mahasiswa yang terlibat dalam KKN Nusantara memikul tanggung jawab besar sebagai duta kampus sekaligus representasi nilai-nilai akademik dan keislaman yang dijunjung tinggi oleh UIN Mahmud Yunus Batusangkar.

Menurutnya, keberhasilan mahasiswa dalam program ini tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan kerja, melainkan juga dari kemampuan membangun komunikasi, menghormati kearifan lokal, beradaptasi dengan lingkungan baru, dan menghadirkan solusi nyata atas kebutuhan masyarakat.

“Mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat, menjaga nama baik kampus, serta menunjukkan identitas akademik yang unggul dan humanis di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris LPPM, Dr. Lita Sari Muchlis, M.Kom, memberikan penguatan mengenai pentingnya dokumentasi kegiatan dan pemanfaatan teknologi informasi secara produktif. Mahasiswa diharapkan mampu mengemas aktivitas pengabdian secara kreatif dan edukatif sehingga dampak program dapat terdokumentasi dan diketahui publik secara luas.

Penguatan teknis juga diberikan Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), Syaiful Marwan, M.Pd yang mendorong mahasiswa mengintegrasikan kompetensi akademik sesuai disiplin ilmu masing-masing ke dalam program pemberdayaan masyarakat berbasis kebutuhan lokal.

Di tingkat nasional, rangkaian persiapan KKN Nusantara 2026 sebelumnya telah diawali melalui kegiatan koordinasi dan social mapping yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam pada 11–13 Mei 2026. Forum tersebut menjadi momentum strategis untuk memetakan wilayah pengabdian sekaligus menyatukan langkah PTKIN dalam menghadirkan program yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Partisipasi dalam KKN Nusantara 2026 menjadi momentum penting bagi UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam memperluas jejaring nasional, memperkuat budaya kolaborasi antarkampus, sekaligus menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam membentuk mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh dalam pengabdian sosial.

Dari Ranah Minang menuju Banten, tiga mahasiswa ini membawa satu semangat yang sama: mengabdi, belajar, dan menghadirkan manfaat untuk Indonesia. (weri mutia)

Perkuat Budaya Riset, LP2M UIN Mahmud Yunus Batusangkar Selenggarakan Seminar Proposal Penelitian SBK 2026

STAI Hubbulwathan Duri dan UIN MY Batusangkar Jalin Sinergi Strategis: Perkuat PKM Berbasis SDGs

SOSIALISASI BANTUAN PKM dan PUBLIKASI ILMIAH 2026

LPPM UIN Mahmud Yunus Batusangkar Gelar Rapat Kerja Anggaran dan Pembahasan RKKL Tahun 2026

Batusangkar, 1 April 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Mahmud Yunus Batusangkar melaksanakan rapat kerja anggaran sekaligus pembahasan Rencana Kerja dan Kegiatan Lembaga (RKKL) tahun 2026 pada Rabu (1/4/2026). Suasana rapat kerja anggaran dan pembahasan RKKL LPPM UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang diikuti oleh pimpinan dan staf LPPM. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua LPPM, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (Kapus PKM), Kepala Pusat Penelitian (Kapuslit), Kepala Pusat International Office (Kapus IO), Kepala Pusat penilaian kompetensi (Kapus Penkom), serta seluruh staf LPPM.

Dalam arahannya, Ketua LPPM Prof Dr. H. Asmendri, M.Pd menegaskan bahwa penyusunan anggaran harus dilakukan secara terencana, efektif, dan akuntabel, serta berorientasi pada capaian kinerja lembaga. Hal ini penting dalam mendukung peningkatan kualitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta publikasi ilmiah di lingkungan UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Rapat kerja ini secara khusus membahas penyusunan dan penajaman RKKL tahun 2026, dengan fokus pada sinkronisasi program kerja antar pusat, penentuan prioritas kegiatan, serta penyesuaian alokasi anggaran sesuai dengan kebutuhan dan target kinerja lembaga.

Adapun agenda strategis yang dibahas meliputi perencanaan anggaran kegiatan penelitian, program pengabdian kepada masyarakat, penguatan kerja sama internasional, serta peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah. Selain itu, rapat juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tahun sebelumnya sebagai dasar penyempurnaan perencanaan ke depan. Kapus PKM dan Kapuslit memaparkan rencana program unggulan yang akan didukung melalui skema RKKL, khususnya program berbasis kebutuhan masyarakat dan riset yang berorientasi pada luaran publikasi. Sementara itu, Kapus IO menyoroti pentingnya penguatan internasionalisasi melalui kerja sama global, dan Kapus Penkom menyampaikan strategi peningkatan diseminasi hasil penelitian dan pengabdian.