BUKITTINGGI – Langkah baru dalam penguatan kualitas pendidikan tinggi kembali tercipta di Sumatera Barat. Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Mahmud Yunus Batusangkar menerima kunjungan silaturahmi sekaligus penjajakan kerja sama strategis dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Hubbulwathan Duri, Riau. Pertemuan ini berlangsung di Hotel Santika Bukittinggi pada Rabu, 29 April 2026.
Membangun Kolaborasi Lintas Provinsi
Rombongan STAI Hubbulwathan Duri dipimpin oleh Ketua STAI, Dr. Elbina Mamla Saidah, S.Psi., M.Pd.I, bersama Wakil Ketua, Dini Desaarni, S.S., M.Pd.I, serta Ketua LPPM, Dr. Mukhlis, S.HI., M.Sh. Kehadiran tim dari Negeri Lancang Kuning ini disambut dengan hangat oleh Ketua LPPM UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. H. Asmendri, M.Pd, bersama Sekretaris LPPM, Dr. Lita Sari Muchlis, M.Kom.
Pertemuan ini difokuskan untuk membahas Term of Reference (TOR) mengenai program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Kolaboratif, yang bertujuan untuk mengintegrasikan program Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Upaya ini diharapkan dapat menciptakan dampak sosial yang terukur bagi masyarakat.
Fokus Utama Kerja Sama
Dalam diskusi yang penuh semangat tersebut, kedua belah pihak menyepakati beberapa poin penting untuk menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan, di antaranya: (1) Pemberdayaan Ekonomi: Pendampingan UMKM, peningkatan literasi digital, dan pengelolaan keuangan Syariah, (2) Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM): Penguatan literasi pendidikan dan nilai-nilai sosial berbasis kearifan local, dan (3) Inovasi Akademik: Pengembangan model pengabdian yang dapat direplikasi dan publikasi ilmiah bersama pada jurnal nasional dan internasional.
“Sinergi ini menjadi instrumen implementatif yang memungkinkan perguruan tinggi berperan sebagai pusat inovasi yang mampu menjembatani kebutuhan riil masyarakat,” ujar naskah latar belakang kerja sama tersebut.
Harapan Masa Depan
Melalui kolaborasi ini, diharapkan mahasiswa dari kedua institusi dapat menjadi agen perubahan yang lebih efektif di lapangan. Selain itu, kerja sama ini bertujuan untuk menghasilkan luaran nyata berupa Hak Kekayaan Intelektual (HKI) serta modul pelatihan yang bermanfaat bagi kemandirian masyarakat luas.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen kuat dari kedua belah pihak untuk segera merealisasikan poin-poin kerja sama yang telah disepakati demi kemajuan pendidikan dan pengabdian masyarakat, khususnya di wilayah Riau dan Sumatera Barat.
Batusangkar, 7 April 2026 – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Mahmud Yunus Batusangkar menyelenggarakan kegiatan sosialisasi bantuan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui Zoom Meeting pada Selasa (7/4/2026). Kegiatan ini secara khusus diperuntukkan bagi seluruh dosen di lingkungan UIN Mahmud Yunus Batusangkar.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua LPPM UIN Mahmud Yunus Batusangkar Prof. Dr. H. Asmendri, M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa program bantuan PKM Litabdimas merupakan salah satu instrumen strategis dalam mendukung pelaksanaan tridharma perguruan tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. “Melalui sosialisasi ini, kami berharap para dosen dapat memahami secara menyeluruh mekanisme pengajuan bantuan PKM, mulai dari penyusunan proposal hingga pelaporan kegiatan. Ini penting untuk meningkatkan kualitas pengabdian serta memperluas dampak ke masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (Kapus PKM), Bapak Syaiful Marwan, M.Pd., serta Kepala Pusat Penelitian (Kapuslit), Bapak Deni Asrida, S.Pd.I., M.Pd., Ph.D. Dalam pemaparannya, Kapus PKM menjelaskan secara rinci terkait skema bantuan PKM pengabdian kepada masyarakat yang tersedia dalam program Litabdimas. Ia memaparkan jenis-jenis program, ketentuan pengusulan, hingga tips menyusun proposal yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan memiliki peluang besar untuk mendapatkan pendanaan.
Sementara itu, Kapuslit menekankan pentingnya integrasi antara hasil penelitian dosen dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, pengabdian yang berbasis riset akan memberikan kontribusi yang lebih signifikan serta berkelanjutan bagi masyarakat.
Kegiatan sosialisasi ini berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang diikuti secara antusias oleh para dosen. Berbagai pertanyaan terkait teknis pengajuan proposal, penggunaan sistem Litabdimas, serta strategi memperoleh pendanaan menjadi fokus utama dalam sesi tersebut.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh dosen UIN Mahmud Yunus Batusangkar semakin siap dan aktif dalam mengajukan proposal bantuan PKM pengabdian kepada masyarakat melalui Litabdimas, sehingga dapat meningkatkan kualitas pengabdian serta kontribusi nyata perguruan tinggi kepada masyarakat.
Batusangkar, 1 April 2026 — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Mahmud Yunus Batusangkar melaksanakan rapat kerja anggaran sekaligus pembahasan Rencana Kerja dan Kegiatan Lembaga (RKKL) tahun 2026 pada Rabu (1/4/2026). Suasana rapat kerja anggaran dan pembahasan RKKL LPPM UIN Mahmud Yunus Batusangkar yang diikuti oleh pimpinan dan staf LPPM. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua LPPM, Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (Kapus PKM), Kepala Pusat Penelitian (Kapuslit), Kepala Pusat International Office (Kapus IO), Kepala Pusat penilaian kompetensi (Kapus Penkom), serta seluruh staf LPPM.
Dalam arahannya, Ketua LPPM Prof Dr. H. Asmendri, M.Pd menegaskan bahwa penyusunan anggaran harus dilakukan secara terencana, efektif, dan akuntabel, serta berorientasi pada capaian kinerja lembaga. Hal ini penting dalam mendukung peningkatan kualitas penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta publikasi ilmiah di lingkungan UIN Mahmud Yunus Batusangkar. Rapat kerja ini secara khusus membahas penyusunan dan penajaman RKKL tahun 2026, dengan fokus pada sinkronisasi program kerja antar pusat, penentuan prioritas kegiatan, serta penyesuaian alokasi anggaran sesuai dengan kebutuhan dan target kinerja lembaga.
Adapun agenda strategis yang dibahas meliputi perencanaan anggaran kegiatan penelitian, program pengabdian kepada masyarakat, penguatan kerja sama internasional, serta peningkatan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah. Selain itu, rapat juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tahun sebelumnya sebagai dasar penyempurnaan perencanaan ke depan. Kapus PKM dan Kapuslit memaparkan rencana program unggulan yang akan didukung melalui skema RKKL, khususnya program berbasis kebutuhan masyarakat dan riset yang berorientasi pada luaran publikasi. Sementara itu, Kapus IO menyoroti pentingnya penguatan internasionalisasi melalui kerja sama global, dan Kapus Penkom menyampaikan strategi peningkatan diseminasi hasil penelitian dan pengabdian.
Melalui rapat kerja ini, diharapkan seluruh program LPPM dapat berjalan secara terintegrasi, tepat sasaran, serta memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan institusi dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ditutup dengan kesepakatan bersama terkait prioritas program dan finalisasi rancangan RKKL tahun 2026 yang akan menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan LPPM ke depan.
Batusangkar — Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Tanah Datar terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Prof. Dr. H. Asmendri, M.Pd, menghadiri diskusi panel dalam Rapat Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) Kabupaten Tanah Datar yang digelar pada Kamis (5/3/2026) di Batusangkar.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly, S.Psi, yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (PPPS) Kabupaten Tanah Datar. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya dalam penanganan stunting yang membutuhkan pendekatan ilmiah dan berbasis riset.
Wakil Bupati berharap UIN Mahmud Yunus Batusangkar sebagai satu-satunya Perguruan Tinggi Negeri Islam di Kabupaten Tanah Datar dapat mengambil peran strategis dalam mendukung berbagai program percepatan penurunan stunting, baik melalui penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Prof. Asmendri menyampaikan bahwa penanganan stunting membutuhkan sinergi yang kuat antar lembaga dan institusi. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan, serta seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci penting dalam menekan angka stunting secara berkelanjutan.
Dalam rapat tersebut juga dipaparkan data bahwa dari 19 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat, Kabupaten Tanah Datar saat ini berada pada urutan ke-16 daerah dengan peningkatan angka stunting yang mencapai 27 persen.
Pertemuan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Datar, kepala dinas terkait, direktur rumah sakit, serta para camat se-Kabupaten Tanah Datar sebagai bentuk komitmen bersama dalam mempercepat penurunan stunting di daerah.
Recent Comments