UIN Mahmud Yunus Batusangkar Torehkan Kiprah di KKN Nusantara VI, Tiga Mahasiswa Ikuti hingga Penutupan di Banten

Dokumentasi LPPM: Tiga mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar bersama Kapus PKM Syaiful Marwan, M.Pd. mengikuti rangkaian ekspos hasil dan penutupan KKN Nusantara VI Tahun 2026 di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (20/8/2026).

Dokumentasi LPPM: Kasubdit Litabdimas Diktis Kementerian Agama RI, Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc., menutup rangkaian KKN Nusantara VI Tahun 2026 di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, Kamis (20/8/2026),
Banten, 20 Agustus 2026 — Tiga mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Mahmud Yunus Batusangkar menuntaskan rangkaian Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara VI Tahun 2026 yang dilaksanakan di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Ketiganya mengikuti rangkaian kegiatan sejak awal pelaksanaan hingga agenda ekspos hasil dan penutupan pada Kamis, 20 Agustus 2026.
Ketiga mahasiswa tersebut adalah Nabila Mu’afi Zura dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Qodri Arrohman dari Program Studi Hukum Tata Negara (HTN), dan Neysa Syara Azzahra dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).
Keikutsertaan mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam KKN Nusantara VI menjadi bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus belajar langsung dari kehidupan dan potensi masyarakat.
Selama sekitar 40 hari, mahasiswa KKN Nusantara VI berinteraksi dan bekerja bersama masyarakat dalam mengembangkan berbagai potensi desa. Kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pengabdian, tetapi juga diarahkan pada pemberdayaan masyarakat melalui inovasi, penguatan potensi lokal, serta pendekatan ekoteologi.
Agenda penutupan KKN Nusantara VI di Kecamatan Leuwidamar menjadi momentum penting untuk mengekspos berbagai hasil pendampingan mahasiswa selama berada di tengah masyarakat. Beragam produk olahan masyarakat, kerajinan tangan, serta inovasi yang memanfaatkan bahan baku alam dipamerkan sebagai bagian dari hasil program KKN.
Potensi yang ditampilkan tersebut menunjukkan bahwa sumber daya lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi melalui kreativitas, inovasi, dan kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.
Sejumlah program yang dikembangkan mahasiswa juga menyentuh aspek pemberdayaan ekonomi masyarakat dan penguatan kapasitas desa. Di antaranya pengembangan produk berbasis potensi alam, pengolahan daun kelor menjadi produk pangan, pemanfaatan tanaman untuk produk olahan, hingga dukungan terhadap pelaku UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital seperti QRIS dan pengembangan website desa.
Ekoteologi Jadi Semangat Pengabdian
Kasubdit Litabdimas Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Dr. Nur Kafid, S.Th.I., M.Sc., menutup secara resmi rangkaian KKN Nusantara VI Tahun 2026.
Dalam penutupan tersebut, Nur Kafid menegaskan bahwa KKN Nusantara tidak semata-mata menjadi program pengabdian mahasiswa, tetapi juga merupakan bagian dari ikhtiar membangun desa yang berkelanjutan.
Menurutnya, Kecamatan Leuwidamar memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui pendekatan ekoteologi. Perpaduan tradisi masyarakat dengan nilai-nilai keagamaan dinilai dapat menjadi modal sosial dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan manusia dan kelestarian lingkungan.
Pendekatan tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata selama pelaksanaan KKN, antara lain konservasi lingkungan, penanaman pohon, pengelolaan sampah, serta revitalisasi tradisi lokal yang ramah lingkungan.
“Kementerian Agama RI melalui KKN Nusantara berkomitmen menjadikan ekoteologi sebagai tema unggulan yang dapat direplikasi di berbagai daerah. Potensi ini harus terus dikembangkan agar Nusantara memiliki model desa ekoteologis yang berdaya dan berkelanjutan,” tegas Nur Kafid.
Mahasiswa UIN MY Batusangkar Ikuti Rangkaian hingga Penutupan
Kehadiran tiga mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam KKN Nusantara VI tidak berhenti pada pelaksanaan program di lapangan. Ketiganya turut mengikuti agenda ekspos hasil hingga kegiatan penutupan sebagai bagian dari keseluruhan rangkaian KKN Nusantara VI Tahun 2026.
Kegiatan tersebut juga didampingi oleh Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (Kapus PKM) UIN Mahmud Yunus Batusangkar, Syaiful Marwan, M.Pd. Pendampingan ini menjadi bagian dari perhatian UIN Mahmud Yunus Batusangkar terhadap mahasiswa yang mengikuti program pengabdian lintas perguruan tinggi dan lintas daerah.
Bagi UIN Mahmud Yunus Batusangkar, keterlibatan mahasiswa dalam KKN Nusantara menjadi kesempatan strategis untuk memperluas pengalaman pengabdian sekaligus memperkenalkan kontribusi mahasiswa perguruan tinggi Islam kepada masyarakat di luar daerah.
Keikutsertaan Nabila Mu’afi Zura, Qodri Arrohman, dan Neysa Syara Azzahra juga memperlihatkan keberagaman keilmuan yang dibawa mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam kegiatan pengabdian, mulai dari ilmu Al-Qur’an dan tafsir, hukum tata negara, hingga komunikasi dan penyiaran Islam.
Dari KKN Menuju Keberlanjutan
Penutupan KKN Nusantara VI tidak dimaknai sebagai berakhirnya proses pengabdian. Sejumlah kegiatan yang telah dilakukan justru diharapkan dapat menjadi awal bagi keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat di desa-desa lokasi KKN.
Komitmen terhadap keberlanjutan tersebut ditandai dengan aksi simbolis pelestarian lingkungan berupa penyerahan tong sampah dan bibit pohon matoa kepada setiap desa. Selain itu, mahasiswa juga menyalurkan bantuan kepada salah satu madrasah di Kecamatan Leuwidamar sebagai bentuk kepedulian sosial.
Bagi mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar, berakhirnya KKN Nusantara VI menjadi pengalaman penting untuk membawa nilai-nilai pengabdian, kolaborasi, kepedulian sosial, dan keberlanjutan ke lingkungan akademik maupun masyarakat setelah kembali ke Batusangkar.
Dengan demikian, keikutsertaan tiga mahasiswa UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam KKN Nusantara VI bukan hanya menjadi bagian dari perjalanan akademik mereka, tetapi juga menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mengembangkan potensi masyarakat dan menjaga lingkungan melalui semangat pengabdian yang berkelanjutan.

Recent Comments