Pasaman Barat – Rapat koordinasi ini diawali dengan pembukaan secara resmi oleh Asisten Bupati Pasaman Barat (Bpk Rafan). Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Pasaman Barat terdiri dari multi etnis dan multi agama, walaupun demikian etnis yang dominan masyarakat Minangkabau sementara agama yang dominan yaitu agama islam. Etnis lain ada suku jawa dan suku mandahiliang.
Adapun tema KKN PPM Terpadu Tuah Sakato yang dilaksanakan di Pasaman Barat yaitu Stunting sangat kami apresiasi. Berdasarkan data memang kabupaten Pasaman Barat termasuk kelompok wilayah yang memiliki kasus stunting tertinggi di Sumatera Barat. Kami Pemerintah Daerah berharap kepada mahasiswa KKN untuk dapat membantu pemerintah dalam mengatasi permasalahan stunting tersebut. Keterlibatan mahasiswa misalkan ikut terlibat sosialisasi kepada masyarakat hal-hal yang dapat menyebabkan stunting. Untuk memperlancar kordinasi ini, kami juga mengundang Bapak Walinagari yang wilayahnya menjadi lokasi KKN PPM Terpadu.
Perwakilan DPMD Sumatera Barat (Bpk Najib) dalam koordinasi ini menyampaikan bahwa KKN PPM Terpadu Tuah Sakato dilaksanakan di 9 Nagari yang terdiri dari Nagari Sasak, Katiagan, Parik, Kajai, Sungai Aur, Air Bangis, dan Talu. Disepakati juga bahwa mahasiswa KKN diantar panitia DPMD dan Perguruan Tinggi ke lokasi (Nagari KKN PPM Terpadu). Kegiatan selanjutnya berupa survei lokasi ke rumah warga tempat menginap selama KKN PPM terpadu.
Batusangkar – Camping Ground merupakan kegiatan perkemahan yang dilakukan oleh Nagari Kumanis. Kegiatan ini dilakukan selama 3 hari mulai tanggal 10 – 12 Februari 2023, peserta yang diundang terdiri dari sekolah-sekolah (SD, SLTP, dan SMA/SMK) yang berada dilingkungan nagari Kumanis. Kegiatan ini tidak hanya sekedar perkemahan saja, namun yang paling penting dalam kegiatan ini adalah menggali potensi wisata budaya yang sudah lama tersimpan.
LP2M UIN Mahmud Yunus Batusangkar dalam kegiatan ini memberikan dampingan terhadap kelancaran dan kesuksesan acara tersebut. LP2M terlibat langsung dalam menggali potensi wisata budaya yang yang ada. Sehingga kedepan potensi wisata budaya tersebut bisa menjadi distinasi wisata yang baru sehingga bisa mendatangkan income (pendapatan) ekonomi terhadap masyarakat maupun nagari secara umum.
Kegiatan camping ground dihadiri segenap muspida Kabupaten Sijunjung. Kegiatan tersebut juga dibuka langsung oleh Wakil Bupati Sijunjung. Dalam sambutannya Wakil Bupati menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pemetaan potensi wisata yang di daerah kabupaten sijunjung. Salah satu destinasi wisata yang menjadi icon Wisata Kabupaten Sijunjung yaitu Wisata Alam Geopark Silokek yang berada di Nagari Silokek. Saat ini Geopark silokek telah masuk menjadi nominasi wisata alam terbaik di nasional maupun dunia.
Selama kegiatan camping ground, pendamping dari LP2M UIN Mahmud Yunus menggali potensi wisata budaya yang sudah lama tersimpan. Kegiatan ini ditargetkan melahirkan sebuah film documenter yang menceritakan budaya nagari kumanis sehingga menjadi potensi wisata agar diketahui oleh dunia luar.
Leave a Reply